Sebuah perubahan kecil yang akan terus dijalani

Sabtu, 22 Desember 2012

kisruh

saat kubayangkan dia di pelupuk mata
kesan sanubari bergetar tak jua pergi
matanya yang kisruh berubah hanya bisu
satupun tak kembali nyawa
tak juga ku ukur nyata
hatiku berderu satu menjadi asa
dia yang kuminta tak juga kembali
anganku berselimut kekisruhan
tapi tak juga ia kembali
senang gembira dengan bunganya
indah elok nian seperti cahaya
kuminta satu
ia
kekisruhan jiwa bak pelita raja

Sabtu, 10 November 2012

Jack Sparrow!

Unik, Aneh tapi sumber perhatian, ya ini jack sparrow. aku suka banget lah sama karakter satu ini. auwoooo



Puisi : Balada ibu yang dibunuh

Dulu waktu masih SMA, sering sekali buka-buka buku bahasa Indonesia untuk baca puisi, banyak puisi yang menarik, ajaib, susah dimengerti dan abstrak sama sekali. tapi entah mengapa, guru bahasa Indonesia selalu sok tahu mengartikan puisi dari sang pembuatnya menjadi sebuah analisis puisi yang entah memang benar atau tidak, atau entah memang kesotoyan guru bahasa Indonesia saya. hahahaha.
Tapi, ada satu puisi yang selalu saya ingat, dan merupakan favorit saya sampai saat ini. judulnya Balada ibu yang dibunuh karya WS. Rendra.

Ibu musang di lindung pohon tua meliang
bayinya dua ditinggal mati lakinya

bulan sabit terkait malam memberita datangnya
waktu makan bayi-bayinya mungil sayang

matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas nyawa

burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa
menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga

membumbung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba
oleh lengking pekik yang lebih menggigilkan pucuk-pucuk daun
tertangkap musang betina dibunuh esok harinya

tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya
ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula dedaun tua

tiada tahu akan merataplah kolik meratap juga
dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin Tenggara

lalu satu ketika di pohon tua meliang
matilah anak-anak musang, mati dua-duanya

dan jalannya semua peristiwa
tanpa dukungan satu dosa, tanpa

kasihan ya? memang kasihan sekali. kalau disuruh analisis yang akan saya kasih ya cuman cerita seorang ibu musang mencari makan, mati, anaknya kelaparan, mati. selesai.
saya senang dengan puisi ini karena mengingatkan saya bahwa kematian kita tidak akan pernah ada artinya di dunia, mati ya matilah. tak akan ada penolong. dunia terus berputar. berputar dan berputar
begitulah.

daftar pustaka :
-Buku Balada orang-orang tercinta (W. S . Rendra)


Jumat, 26 Oktober 2012

bang migrasi bang?

Sudah bulan oktober lagi, berarti bulan ini sudah melebihi bulan september dan akan diteruskan oleh bulan november dan desember. ahh, bulan ini sudah bulan migrasi lagi, para tamu dari luar negeri datang ke Indonesia mencari kehangatan, mencari sesuap nasi, mencari rindangnya pepohonan, mencari keindahan lestari bumi. tapi sayang sekali, banyak pepohonan yang dipapas habis demi selembar kertas atau juga untuk sebuah rumah. tanpa reboisasi. tanpa pemulihan. tapi ternyata tamu-tamu ini tetap setia menyambangi Indonesia. dan saya adalah salah satu saksi hidupnya, salah satu saksi kedatangan mereka di tahun 2012 ini.

Migrasi merupakan salah satu pergerakan makhluk hidup dari suatu tempat ke tempat lainnya karena ada sesuatu yang terjadi di wilayah asalnya, entah itu karena banjir, kekeringan, merasa bosan ataupun karena kurangnya sumber daya. mereka mencari hal yang mereka inginkan ke wilayah lainnya untuk bertahan hidup, entah karena banyaknya pemburu ataupun wilayah asalnya sudah parah ga ada makanan. 
ini pula yang terjadi pada sekumpulan burung raptor yang berasal dari daerah timur, seperti burung elang, elangalap dan alap-alap. mereka bermigrasi ke Indonesia karena wilayah asalnya sedang terjadi musim dingin. jadi mereka bermigrasi ke Indonesia karena notabene Indonesia merupakan negara dengan iklim yang tropis.. selagi mereka tidak mendapatkan makanan di wilayah asalnya karena salju, mereka datang ke Indonesia untuk mencari makan, menghindari cuaca dingin, dan sekalian berlibur tentunya. hehehe.
para burung raptor ini biasa datang dari negara seperti cina, jepang, ataupun serbia. jalurnya melewati negara-negara asia tenggara seperti laos, filipina, thailand, malaysia dan ke Indonesia. 
jalur penerbangan migrasi burung raptor
Burung-burung yang datang ke Indonesia ada banyak, tapi yang paling sering terlihat dan paling umum adalah elang sikep madu (Pernis ptilorhynchus), Elangalap china (Accipiter soloensis) dan elangalap Jepang (Accipiter gularis).

elang sikep madu (Pernis ptilorhynchus)
Elangalap china (Accipiter soloensis)


Elangalap Jepang (Accipiter gularis) 

Selasa, 31 Juli 2012

miss everyone.

entah kenapa malam ini saya begitu kehilangan semua orang. rasanya ingin ketemu, sekedar lihat wujudnya, sekedar lihat senyumannya, sekedar bilang 'hai', sekedar tanya apa kabarnya, sekedar lihat kumpulan orang-orang yang saling bersenda gurau. ah, rasanya udah lama sekali ga lihat orang-orang. saya ingin lihat. saya ingin ketemu. siapa saja, semua orang yang pernah saya kenal baik.

tidak dalam keadaan murung, tidak dalam keadaan hitam putih. bukan untuk berkeluh kesah. hanya ingin mengamati perubahan dan melihat dunia yang sedikit cerah.

'Hello my friend, It's been so long since I've seen your face' - east of innocence 'space between us'

Senin, 18 Juni 2012

Papandayan : Keindahan yang akhirnya tercapai

Papandayan, sudah lama berencana pergi kesana tapi belum kesampaian. padahal tempatnya ga terlalu jauh dari kota Bandung, cuma 3 jam perjalanan sudah sampai. tapi ya maklum namanya juga mahasiswa, banyak kendala yang menghadang mulai dari masalah waktu ataupun masalah dana. tapi, setelah diomongin sana-sini, juga ada waktu kosong sebelum UAS. perjalanan ke papandayan akhirnya tercapai juga.

Jumat, 15 Juni 2012
kita berencana pergi ke papandayan banyakan, tapi pada akhirnya hanya berempat yang jadi pergi, saya, teh mida, kang wahye dan masbay. berangkat dari sekre sekitar pukul 2 lebih, karena nunggu jumatan dan packing2 barang. waktu itu panas dan di rancaekek macet. 
sampai ke papandayan jam 5 an, mau langsung naik ke pondok saladah tapi ga boleh, akhirnya bertenda di camp david. lumayan seru sih nge camp di sini, soalnya ada air dan tempatnya deket sama kawah. pemandangannya bagus lagi. tapi yang lucu, didaerah ini ada tim indigo trans tv mau syuting, wah langsung serem sendiri. trus tanya ke abah roni katanya di daerah ini emang rada mistis. ah tak apalah. masalah kaya gitu ga usah terlalu dipikirin. akhirnya kita mencari tempat nge camp agak bawah, deket sama musholla di pinggir sungai.
malam harinya banyak bintang, kita berempat hanya bertakjub-takjub di luar tenda, sambil masak mi selera pedas campur mi sedap kari spesial. wah udaranya dingin banget, maklum soalnya ketinggian udah nyampe 2400. kita berempat melingkar di luar sambil makan mie yang campur aduk, tapi rasanya enak loh, coba aja kalo mau hahaha. karena udah jam 9 an, akhirnya kita semua masuk tenda,  dengan rencana besok bangun jam 4 untuk ngejar sunrise di puncakan. 
waktu semakin malam, agak susah tidur karena dingin, trus ada kucing yang menggeliat di kaki, oh iya sebelum ngecamp ada kucing yang ngikutin terus minta dikasih makan, eh pas makan malah tidur dalem tenda, ya udah deh nemenin tidur di tenda sampe pagi hahhaa.
malam hari ditemani racauan dua lelaki "surabaya, surabaya" dan "itu telapak kaki kirinya, itu telapak kirinya", ahahaha dasar duo ngelindur.

Sabtu, 16 Juni 2012
di bangunkan oleh alarm hape, akhirnya berhasil bangun jam 4, tapi karena dingin jadinya males gerak dan mulai masak jam 5 dan pada akhirnya ngeliat sunrise di tempat nge camp. ahahaha rencana nya gagal total. tapi tak apa,  ternyata sunrise nya cukup bagus loh kalau diliat dari pinggir kawah.cikuray terlihat dengan indahnya ditempa cahaya mentari pagi.
akhirnya kita berangkat jam 6 pagi, wah papandayan rame sekali ternyata, para pendaki mulai banyak berdatangan malah ada yang udah mendaki. lalu setelah menyimpan peralatan campcraft dalem mobil, kita berempat pun berangkat menuju pondok saladah, butuh waktu 2,5 jam sampe ke sana itu juga jalannya nyantei banget dan berfoto-foto terus sepanjang jalan. tapi memang pemandangan papandayan bagus jadinya emang wajar klo pengen foto2 terus.
sampai lah di pondok saladah, wah ternyata disini udah banyak edelweiss, bagus tempatnya mirip surya kencananya gunung gede. asalnya mau langsung ke tegal alun, tapi ga tau jalan. yang akhirnya ga jadi deh karena keburu males. yah namanya juga kemping ceria, perjalanan jangan dibawa susah. hahaha
setelah berdiam diri di pondok saladah, kita balik lagi ke camp david, sebelumnya ada duo lelaki yang mengukir cinta pake batu di daerah kawah. ah dasar ababil, tapi wajar sih namanya juga lagi kasmaran. tapi salut sama pengorbanan nya panas-panas tapi tetap rela ngumpulin batu trus dibentuk nama pacarnya. waktu itu sekitar jam setengah 3 an wah panasnya minta ampun.
karena panas, kita berempat berdiam di bawah pohon cantigi sambil menghela nafas sejenak, eh tiba2 di kejauhan ada rombongan keluarga entah deh darimana jalan di pinggir kawah, sambil nunjuk-nunjuk ke arah kita "eh itu orang ya, itu tuh di bawah pohon", karena malu saya dadahin aja, trus dia dadah balik. semua orang sambil jalan ngeliatin dan nunjuk2, emang kita monyet di kebon binatang apa?. hahhaa.
akhirnya sampai juga di camp david, bersih-bersih trus pulang deh ke bandung. langitnya bagus, tapi selalu kelewat klo mau motret, heee.

Puncak dan kawah Papandayan
pemandangan dari jalan ke lawang angin

Sang Pengukir cinta


Pondok Saladah
"banyak pelajaran yang didapat, salah satunya jangan terbawa emosi ketika di perjalanan, saya meminta maaf kepada teteh mida tercinta, ah maapkan aku"

Sabtu, 05 Mei 2012

..Julang emas, si penyebar biji..


Julang emas (Rhyticeros undulatus) merupakan salah satu jenis burung dari family Bucerotidae dengan bentuk paruh yang panjang melengkung ke bawah, julang emas tersebar di hutan-hutan perbukitan di dataran rendah (0-1000 mdpl) dan hutan hujan tropis  dari India di utara, selatan sampai ke Asia tenggara dan lempengan sunda, kecuali Sulawesi. Julang emas memiliki ukuran tubuh yang besar dengan panjang tubuh 75-100 cm, ekornya berwarna putih, punggung, sayap dan perut yang berwarna hitam, pada jantan di bagian kepala belakangnya berwarna cokelat muda kemerahan, juga kantong di bagian leher yang berwarna kuning dengan garis hitam, berat tubuh nya sekitar 1,8-3,65 kg. sedagkan pada betina memiliki warna kepala yang hitam dan kantong leher yang berwarna biru, berat tubuhnya sekitar 1,36-2,7 kg.
Di Indonesia, burung ini ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, papua dan Bali. Burung ini dikenal dengan suara kepakan sayapnya yang keras, dengan bunyi ‘whoosh whoosh whoosh’, suara nya seperti menyalak, tetapi jarang terdengar. 

Meski mempunyai badan yang besar, makanan utama burung ini adalah buah-buahan terutama buah ara, yang juga memiliki fungsi tersendiri dalam ekosistem, yaitu sebagai penyebar biji di hutan. Buah-buahan yang mereka makan akan keluar melalui feces dan jatuh di permukaan tanah atau pohon. Sehingga tumbuhlah benih-benih pohon yang baru. Selain memakan buah-buahan, julang emas juga memakan serangga seperti  jangkrik, katak dan kepiting.

Burung Julang emas merupakan hewan monogamy, setia sama pasangannya
Burung julang merupakan salah satu hewan yang monogamous, atau juga monogamy, jadi hanya memiliki satu pasangan saja sepanjang hidupnya. Yang unik adalah proses perkembangbiakannya, julang menyimpan telur di dalam lubang-lubang pohon besar, sang betina masuk ke dalam lubang itu dan di tutupi oleh lumpur oleh pasangan jantannya. Sehingga sang betina ‘terperangkap’ di dalam nya dan dibuat lubang kecil untuk bernafas dan memberi makan, lubang itu hanya cukup untuk paruh si betina. Setiap hari sang jantan  mencari makan dan kembali lagi ke sarangnya untuk memberi makanan untuk si betina dari paruh ke paruh. Umumnya satu pasangan julang emas bertelur sebanyak satu atau dua telur. Berwarna putih dengan bercak merah atau cokelat. Masa kawin julang emas di Jawa yaitu dari juli sampai September.

Burung ini memiliki status ‘least concern’ dari IUCN Red List of Threatened Species. Yang berarti masuk kedalam kategori Resiko rendah dengan tingkat kekhawatiran minimal, artinya hewan ini perlu dilakukan pembinaan habitat dan populasi nya di alam mengingat banyak nya perburuan dan kerusakan hutan. Meski begitu, burung ini tetap harus dijaga kelestariannya karena setiap makhluk hidup pasti ada fungsi dan kegunaannya, dan pasti akan sangat berpengaruh untuk kehidupan manusia.

Referensi: 
Mackinnon. 1991. Field guide to the birds of java and bali.ugm press : yogyakarta
Panduan lapangan primate Indonesia Oleh Jatna Supriatna,Edy Hendras Wahyono

Gambar:
Google.com/julang_emas

Artikel ini dapat dilihat di:
Majalah 'Biomagz' edisi 1 HIMBIO Unpad